Beranda Crypto Info: China Terus Mempengaruhi Aktivitas Crypto di Seluruh Dunia

Info: China Terus Mempengaruhi Aktivitas Crypto di Seluruh Dunia

381
0
china

China tampaknya masih belum dapat lepas dari industri crypto, meski telah menegakan tindakan keras kepada para penambang Bitcoin di negaranya hingga memutuskan pergi.

Belum lama ini, platform data blockchain Chainalysis telah menerbitkan sebuah laporan yang menunjukkan bahwa China tetap menjadi salah satu pasar cryptocurrency terbesar di dunia.

Menurut laporan tersebut, alamat diperkirakan dikendalikan oleh pengguna di China selama enam bulan pertama tahun ini yang telah menerima lebih dari $150 juta crypto, sekitar sepertiga jika dibandingkan dengan AS.

Lebih dari 90% kapasitas penambangan Bitcoin hilang sejak banyaknya penambangan Bitcoin yang terpaksa ditutup pada bulan Juni.

Data on-chain mencerminkan volume mingguan kumpulan penambangan Bitcoin turun menjadi di bawah 5.000 BTC dari sekitar 10.000 sejak pertengahan Mei, tepat setelah tindakan keras China terhadap aktivitas penambangan Bitcoin domestik.

Angka selama enam bulan terakhir juga menunjukkan bahwa sebagian besar yang berbasis di China telah diserang oleh otoritas China, termasuk AntPool, Poolin, BTC.top, dan F2Pool.

Pemerintah menganggap orang-orang ultra-kaya seperti penambang Bitcoin awal dan orang-orang yang menganjurkan kebebasan atau kedaulatan diri sebagai “pembangkang dari kecenderungan alami.”

Laporan yang mengutip pakar tersebut menjelaskan bahwa mencegah pelarian modal dan menghentikan operasi bisnis layanan uang ilegal adalah tujuan utama pemerintah China untuk menjaga stabilitas dan persatuan sosial.

Sementara itu, promosi Yuan Digital, salah satu jenis mata uang digital bank sentral (CBDC) di China, membawa reformasi moneter uang kertas ke seluruh dunia dan meningkatkan ketegangan diplomatik, terutama hubungan mereka dengan AS.

Laporan itu percaya bahwa China bertujuan untuk menetapkan berbagai tujuan, termasuk melakukan “perbaikan berbasis data untuk kebijakan moneter dan  pengawasan yang meningkat terhadap aktivitas keuangan warga”.

Secara internasional, China tampaknya ingin menyingkirkan sanksi rezim AS dalam jangka pendek.

Ajun Senior Fellow Center for a New American Security, Yaya Fanusie meyakinkan bahwa Yuan Digital tidak mungkin mengancam dolar AS dalam jangka pendek.

Namun, Yuan Digital dan CBDC bisa menggoyahkan status dominan dolar dalam sistem keuangan dalam jangka panjang.

CBDC kemungkinan pada akhirnya akan tetap ada untuk mengikuti perkembangan zaman yang serba cepat dan digital. Posisi penggunaan uang kertas lama kelamaan akan tergerus, yang sudah dimulai sejak kartu debit mengambil sektor pembelanjaan ritel. Bagaimana menurut Anda?

Baca juga: Ungkapan CEO Tesla Elon Musk Ini Bikin Harga Ethereum Naik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here